JAKARTA UTARA (1/10).Generus Jakarta Utara menghelat “Seminar Cerdas Finansial : Persiapan Masa Depan”, di Masjid Al Akbar, Tanjung Priok Jakarta Utara pada Minggu (2/12). Acara tersebut merupakan bagian dari kerjasama Generus Jakarta Utara dengan BMT Rukun Abadi.
Narasumber seminar, H. Adhi Prayudi Maulana, SE dan Septian Hadi Purnama, Amd mengungkapkan, pentingnya pengelolaan dan perencanaan keuangan dengan bijak. “Praktiknya masih sulit membedakan kebutuhan dan keinginan. Ditambah lagi, hidup di zaman sosial media. Membuat generasi muda mengeluarkan dana lebih, demi menaikkan gaya hidup, sebagai pengakuan. Yang mahal bukan biaya hidup, tetapi gaya hidup,” pungkas Kepala divisi Financing BMT RA tersebut.
Untuk itu, ia menyarankan generasi muda harus menyisihkan tabungan diawal ketika memperoleh pemasukan, lalu juga berinvestasi dalam beberapa bentuk investasi, seperti logam mulia, emas, tanah, property. “Investasi logam mulia itu sangat berguna untuk investasi jangka panjang dan juga mudah dalam jual atau beli nya. Apabila hal ini diterapkan, maka dapat menghindari yang namanya investasi bodong, judi, pinjaman online, crypto, dan lainnya,” tutupnya.
Sementara Pembina Generus Jakarta Utara KH. Usman Hadiwibowo dalam penutupan menuturkan penting nya mujhid muzhid dalam 3 fase kehidupan ini. “Mujhid muzhid, tekun dan berusaha keras modal yang sangatlah penting sehingga kita tidak menyesal ketika melalui 3 fase kehidupan, yaitu fase belajar, fase produktif dan fase pensiun (hari tua)” ujarnya.
Ketua Generus Jakarta Utara, Hilman Nur Faizi mengatakan, perkembangan zaman yang sangat cepat, kondisi ekonomi global yang tidak stabil, mengharuskan generasi muda dapat beradaptasi dengan cepat termasuk dalam hal finansial. “Generus Jakarta Utara haruslah dapat mempersiapkan segalanya mulai dari menabung dan berinvestasi lalu pintar membedakan kebutuhan dan kemauan, mengukur prioritasnya. Karena sudah tertulis dalam hadits jika di zaman akhir nanti dinar dan dirham (uang) akan selalu digunakan untuk menegakkan agama dan dunia nya” pungkasnya.